Selasa, 22 Juni 2010

peristiwa hari akhir (yaumul qiyamah)

PERISTIWA HARI AKHIR
Hadirin Ma’asiral Muslimin Rahimakumullah
Hendaknya seorang Muslim senantiasa bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang telah Allah limpahkan kepada kita semua, baik nikmat keimanan, kesehatan dan keluangan waktu sehingga kita bisa melaksanakan kewajiban kita menunaikan shalat Jum’at. Dan hendaklah kita berhati-hati agar jangan sampai menjadi orang yang kufur kepada nikmat Allah. Allah berfirman:
         •   
“Jikalau kalian bersyukur pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kalian mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya siksaku sangat pedih.”
(Ibrahim: 7).
Demikian pula kami wasiatkan untuk senantiasa bertakwa kepada Allah dalam segala keadaan dan waktu. Takwa, sebuah kata yang ringan diucapkan akan tetapi tidak mudah untuk diamalkan.
Ketahuilah, wahai saudaraku rahimakumullah, tatkala Umar bin Khaththab Radhiallaahu anhu bertanya kepada shahabat Ubay bin Ka’ab Radhiallaahu anhu tentang takwa, maka berkatalah Ubay: “Pernahkah Anda berjalan di suatu tempat yang banyak durinya?” Kemudian Umar menjawab: “Tentu” maka berkatalah Ubay: “Apakah yang Anda lakukan”, berkatalah Umar: “Saya sangat waspada dan hati-hati agar selamat dari duri itu”. Lalu Ubay berkata “Demikianlah takwa itu” (Tafsir Ibnu Katsir, Juz 1, hal. 55).
Demikianlah takwa yang diperintahkan oleh Allah dalam kitabNya yakni agar kita senantiasa waspada dan hati-hati dalam setiap tindakan keseharian kita, dan juga dalam ucapan-ucapan kita, oleh karena itu janganlah kita berbuat dan berucap kecuali berdasarkan ilmu.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah.
Hendaklah kita bersegera mencari bekal guna menuju pertemuan kita dengan Allah karena kita tidak tahu kapan ajal kita itu datang. Dan Allah berfirman:
“Dan berbekallah, maka sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah takwa, dan bertakwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal.” (Al-Baraqah:197).
Ketahuilah wahai saudaraku rahimakumullah.
Manusia setapak demi setapak menjalani tahap kehidupan-nya dari alam kandungan, alam dunia, alam kubur dan alam akhirat. Tahap-tahap tersebut harus dijalani sampai akhirnya nanti kita akan menemui alam akhirat tempat kita memperhitungkan amalan-amalan yang telah kita lakukan di dunia. Maka tatkala kita mendengar ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi yang memberitakan tentang ahwal (keadaan) hari Akhir, hendaklah hati kita menjadi takut, menangislah mata kita, dan menjadi dekatlah hati kita kepada Allah.
Akan tetapi bagi orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah tatkala disebut kata Neraka, adzab, ash-shirat dan lain sebagainya seakan terasa ringan diucapkan oleh lisan-lisan mereka tanpa makna sama sekali. Na-uzu billahi min dzalik. Mari kita perhatikan firman Allah dalam surat Al-Haqqah ayat 25-29.
“Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya maka dia berkata; “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini) dan aku tidak mengetahui apakah hisab (perhitungan amal) terhadap diriku. Duhai seandainya kematian itu adalah kematian total (tidak usah hidup kembali). Hartaku juga sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku, kekuasaanku pun telah lenyap dari-padaku”.(Al-Haqqah 25-29)
Dalam ayat ini Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya juz IV hal 501, menerangkan bahwa ayat tersebut menggambarkan keadaan orang-orang yang sengsara. Yaitu manakala diberi catatan amalnya di padang pengadilan Allah dari arah tangan kirinya, ketika itulah dia benar-benar menyesal, dia mengatakan penuh penyesalan: ‘Andai kata saya tidak usah diberi catatan amal ini dan tidak usah tahu apakah hisab (perhitungan) terhadap saya (tentu itu lebih baik bagi saya) dan andaikata saya mati terus dan tidak usah hidup kembali.
Coba perhatikan ayat selanjutnya:
“Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya, kemudian masukkanlah dia ke dalam api Neraka yang menyala-nyala kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta” (Al-Haqqah ayat 30-32).
Bagi kaum beriman yang mengetahui makna yang terkandung dalam ayat tersebut, menjadi tergetarlah hatinya, akan menetes air mata mereka, terisaklah tangis mereka dan keluarlah keringat dingin di tubuh mereka, seakan mereka saat itu sedang merasakan peristiwa yang sangat dahsyat. Maka tumbuhlah rasa takut yang amat mendalam kepada Allah kemudian berlindung kepada Allah agar tidak menjadi orang-orang yang celaka seperti ayat di atas.
Hadirin Ma’asiral Muslimin Rahimakumullah
Sesungguhnya manusia akan dibangkitkan pada hari Kiamat dan akan dikumpulkan menjadi satu untuk mempertanggungjawab-kan diri mereka. Allah berfirman:
“Dan dengarkanlah pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat, yaitu pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya, itulah hari keluar (dari kubur)” (Qaf: 41-42).
Juga Allah berfirman dalam surat Al-Muthaffifin: 4-7.
“Tidakkah orang itu yakin bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada hari yang besar, (yaitu) hari ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam”.
Dan manusia dibangkitkan dalam keadaan حُفَاةً عُرَاةً غُرْلاً (mereka tidak beralas kaki, telanjang dan tidak berkhitan), sebagaimana firman Allah:
“Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah kami akan mengulangnya (mengembalikannya)” (Al-Anbiya:104).
Manusia akan dikembalikan secara sempurna tanpa dikurangi sedikitpun, dikembalikan dalam keadaan demikian bercampur dan berkumpul antara laki-laki dan perempuan. Dan tatkala Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam menceritakan hal itu kepada ‘Aisyah Radhiallaahu anha maka berkatalah ia: “Wahai Rasulullah antara laki-laki dan perempuan sebagian mereka melihat kepada sebagian yang lain?”, kemudian Rasulullah berkata:
اْلأَمْرُ أَشَدُّ مِنْ أَنْ يَنْظُرَ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ.
“Perkara pada hari itu lebih keras dari pada sekedar sebagian mereka melihat kepada sebagian lainnya.” (Hadits shahih riwayat Al-Bukhari nomor 6027 dan Muslih nomor 2859 dari hadits ‘Aisyah Radhiallaahu anha ).
Pada hari itu laki-laki tidak akan tertarik kepada wanita dan sebaliknya, sampai seseorang itu lari dari bapak, ibu dan anak-anak mereka karena takut terhadap keputusan Allah pada hari itu. Sebagaimana firman Allah:
“Pada hari ketika manusia lari dari saudara-saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istrinya dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang sangat menyibukkan”. (Q.S. Abasa: 34-37).
Demikianlah peristiwa yang amat menakutkan yang akan terjadi di akhirat nanti, mudah-mudahan menjadikan kita semakin takut kepada Allah.

tiga orang yang tidak akan dihisab

TIGA GOLONGAN YANG TIDAK AKAN DIHISAB
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله الذي صاحب الفضل و المنة و الصلاة و السلام على مركب الدائرة النبوة و على اله و اصحابه و من تبع له : اما بعد.

Tiada untaian kata yang paling indah selain kata puja dan puji syukur kita kehadirat Allah Swt. Sholawat dan salam semoga ditetapkan mengalir kepada pahlawan Islam sedunia yaitu Habibana wa Nabiyana Muhammad Saw.
Hadirin Rahimakumullah
Alam itu dibagi dua bagian, yang pertama alam dunia dan yang kedua alam akhirat. Alam dunia merupakan tempat dimana kita harus selalu berusaha dan beribadah kepada Allah dan alam akhirat adalah tempat dimana kita harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita didunia.
Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang 3 golongan yang tidak akan dihisab.
Pertama, adalah manusia yang menegakkan Agama Islam yang tidak takut sama orang lain. Artinya ketika dia memerintahkan manusia untuk melaksanakan shalat walaupun ada orang yang menentang dan menghinanya dia tidak takut. Contohnya seperti Rasulullah Saw, ia terus mengajak umatnya untuk menyembah kepada Allah mesti beliau ditentang bahkan dilempari dengan kotoran unta tetapi beliau tetap sabar.
Salah satu hadits mengatakan :
الصبر من الايمان
“Sabar adalah sabagian dari Iman”
Jadi kalau kita mengakui sebagai umat Nabi harus terus menegakan Agama Islam dengan penuh kesabaran.
Kedua, adalah manusia yang tidak pernah mengulurkan tangannya terhadap barang yang haram, orang yang semacam inilah yang tidak akan dihisab di akhirat nanti. Karena dia tahu bahwa menjuruskan tangan kepada barang haram itu sangat dibenci Allah Swt.
Contohnya: kalau kita jadi pejabat dia tidak akan korupsi, karena tahu bahwa korupsi itu haram sama halnya dengan mendzolimi dan menipu rakyat.
Ketiga, adalah manusia yang tidak pernah melihat sekilas pun terhadap yang diharamkan, artinya jangankan memakan barang haram melihatnya pun tidak pernah, jadi ia hanya mau memakan makanan yang halal saja.
Firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 114
             “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang Telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu Hanya kepada-Nya saja menyembah.”

Hadirin Rahimakumullah
Dari awal sampai akhir, demikianlah uraian saya mudah-mudahan kita termasuk tiga golongan diatas.

والله الموفق الى اقوام الطرق
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

halat

SHOLAT

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَا لمَِيْنَ وَاْلعَا قِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى اَشْرَفِ اْلَانْبِيَاءِ وَاْلمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ ...

Puji serta syukur marilah kita panjatkan kepada Ilaihi Robbi yang telah memberikan kita rizki dan yang telah memberikan berjuta-juta kenikmatan terutama nikmat Iman, Islam dan sehat wal afiat. Sholawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada Revolusioner Islam, yang telah membawa kita dari zaman jahiliah ke zaman islamiyah yakni Habibana wa Nabiyana Muhammad Saw.

Bapak-bapak dan Ibu-ibu pengajian yang saya hormati

Sholat adalah kewajiban bagi seluruh muslim. Barang siapa yang tidak mengerjakan sholat berarti dia telah melakukan dosa yang sangat besar.
Seperti dalam firman Allah Surat al An Kabut ayat 45 :
       
Artinya:
“Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.”

Oleh sebab itu orang-orang yang melaksanakan sholat berarti telah mencegah perbuatan-perbuatan yang dilarang dan dibenci oleh Allah. Rasulullah saw. bersabda:
اَلصَّلاَةُ عِمَادُ الدِّيْن
“Sholat itu tihangnya agama”

Orang yang tidak melaksanakan sholat berarti dia telah meruntuhkan agamanya. Seperti kita membuat sebuah bangunan akan cepat hancur, begitupun dengan kita, seandainya kita tidak memperkuat fondasi agama kita yakni shalat maka agama Islam yang kita anut akan hancur, oleh sebab itu dirikanlah shalat, karena shalat akan selalu mendekatkan diri kita kepada Allah Swt seperti tercantum dalam firman Allah dalam surat al Kautsar ayat 2 :

   
Artinya:
“ Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu; dan berkorbanlah”

Kesimpulannya adalah:
Dirikanlah sholat karena sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar.


وَباِللهِ التَّوْفِق وَ الْحِدَيَه

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Membangaun Persaudaraan

MEMBINA PERSAUDARAAN UNTUK MENGGALANG KEKUATAN
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين وبه نستعين على امورالدنيا و الدين الصلاة و السلام على اسرف الانبياء و المرسلين سيدنا محمد صلى الله عليه و سلم و على اله و صحبه اجمعين. اما بعد.
فقال الله تعالى في القران الكريم العظيم. اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم انما المؤمنون اخوة فأصلحوا بين أخويكم واتقوالله لعلكم ترحمون. صدق الله العظيم.



Hadirin yang berbahagia
Hadirat yang tercinta
Saudara-saudaraku seiman dan seakidah
Zaman sekarang ini ummat islam sedang kocar-kacir, musuh-musuh Islam sedang giat-giatnya menyerang ummat Islam, bahkan ummat Islam sendiri ikut-ikutan nyerang ummat Islam yang lain. Betul apa benar?
Bagaimana tidak! di dalam negeri televisi menyiarkan berita bahwa Islam adalah teroris bahkan beberapa ulama ada yang sampai di penjara tapi sayangnya ummat Islam sendiri tidak bisa melawan dan menolak tuduhan tersebut sebagai fitnah untuk ummat Islam. Tidak hanya di dalam negeri. Di mancanegara juga, beberapa negara Islam terjadi konflik. Negara-negara adikuasa menyerang ummat Islam hingga puluhan ribu ummat Islam menjadi korban jiwa. Tetapi ummat Islam sendiri lagi-lagi hanya bisa menjadi penonton setia atas serangan-serangan yang dilancarkan ke negara-negara Islam.
Apa sebenarnya yang terjadi hadirin? Kenapa ummat Islam tidak peduli dengan keadaan ummat Islam lainnya? Apakah ummat Islam lemah?
Hadirin dan hadirat
Saudara-saudaraku seiman dan seakidah
Fenomena yang diatas disinyalir umat Islam karena tidak adanya persatuan yang kuat diantara umat Islam dan persatuan tidak akan tercipta tanpa adanya persaudaraan karena sesungguhnya kita semua adalah bersaudara baik yang jangkung ataupun pendek kalau agamanya Islam adalah saudara masih saudara. Baik yang kurus ataupun yang gemuk kalau agamanya Islam adalah bersaudara, baik yang sipit atau belo kalau agamanya Islam adalah bersaudara, baik kulitnya sawo matang atau sawo busuk kalau agamanya Islam adalah bersaudara.
Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-qur’an :

       •    
Artinya:
“Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”
(Qs. Al-Hujurat: 10)
Nah….hadirin dan hadirat.
Saudaraku seiman dan seaqidah
Betapa pentingnya persaudaraan buat umat Islam agar dapat bersatu dan memikili kekuatan untuk bersama-sama melawan serangan musuh-musuh.
Lalu…..hadirin
Bagaimana kita dapat menjaga persaudaraan diantara umat Islam?
Gampang….hadirin
Rumusnya adalah KaDo ber-4. Yaitu Katakan, Doakan, Berikan senyum, berjabat tangan, berkunjung dan berihadiah.
Hadirot…..Apabila seseorang mencintai saudaranya, maka katakanlah bahwa ia mencintai saudaranya itu.
Lalu hadirin…
Apabila seseorang berpisah dengan saudaranya maka do’akanlah ia selalu.
Kemudian hadirot
Apabila seorang berjumpa dengan sesama muslim maka berikanlah senyuman yang manis.
Terus hadirin
Apabila muslim berjumpa dan mendekatinya maka berjabat tanganlah.
Selanjutnya hadirot
Disarankan untuk sewaktu-waktu berkunjung kesaudara begitupun saudara sesama muslim.
Terakhir hadirin.
Kebahagiaan dengan memberi hadiah kepadanya.
Hadirin dan hadirat Saudaraku seiman dan seqidah.
Itulah rumus mudah agar kita bisa menjaga rasa persudaraan diantara kita agar bisa bersatu melawan musuh-musuh Islam, setuju.
Demikianlah uraian singkat yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat bagi semua. Amin
أصيكم والنفس بالتقوالله
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

peran pemuda dalam pembangunan

PERAN PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ جَعَلَ اْلفَتَى قُوَّةَ شَدِيْدَةٍ وَ الصَّلاَ ةُ وَ السَّلاَ مُ عَلَى رَسُوْ لِ اللهِ وَ عَلَى اَلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ مَنْ وَّلاَ هُ. اَمَّا بَعْدُ.
فقال الله تعالى في القران الكريم العظيم. اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم ان الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم. صدق الله العظيم.

Segala puji marilah kita panjatkn kepada Allah Rabbul Izzati, syukkur kita panjatkan kepada Yang Maha Ghafur, dan puja kita panjatkan pada Dzat Yang Maha Kuasa.
Shalawat beserta salam marilah kita curah limpahkan kepada junjungan alam, revolusioner Islam yakni Habibana Wa Nabiyana Muhammad SAW.

Hadirin wal hadirat, generasi muda harapan bangsa
Kita tahu bahwa negara Indonesia termasuk ke dalam kategori negara berkembang, dimana harus melakukan pembangunan di segala bidang. Pembangunan ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dari segenap lapisan masyarakat. Baik sipil maupun TNI, pejabat ataupun rakyat, ulama dan umaro, agniya dan fuqara, terutama sekali partisipasi dari kalangan generasi muda baik pemuda maupun pemudi. Sebab mereka adalah tulang punggung negara, peneerus estafet perjuangan para orang tua dan pewaris bumi tercinta Indonesia. Oleh karenanya dalam kesempatan ini saya akan membahas tentang “peran pemuda dalam pembangunan.”

Hadirin wal hadirat rahimakumullah
Seperti yang sering kita lihat di televisi atau berita-berita di koran ataupun radio tindak kejahatan, kriminalitas, perjudian, bahkan perjinahan semakin merebak di seluruh daerah. Sering kita dengar telah terjadi tawuran anak sekolah yang tidak lain adalah pemuda. Telah terjadi pemerkosaan yang di lakukan seorang pemuda, telah terjadi pencurian yang kebanyakan pelakunya adalah pemuda dan telah tertangkap seorang pengedar narkoba dan itu juga…….pemuda. nah kalau begini terus mau akan bagaimana jadinya Tasikmalaya bahkan akan bagaimana jadinya Indonesia tercinta ini? Dan kitalah sebenarnya sebagai generasi muda penerus bangsa. Jawabannya seperti disinyalir dalam sabda Rasulullah SAW:
سُبَّانُ اْليَوْمِ رِجَالُ اْلغَدِ
Artinya :“pemuda hari ini adalah pemimpin di masa akan datang”.

Hadirin yang saya hormati,
Para pemuda dan pemudi kita telah tertipu habis-habisan oleh para penjajah. Pemuda-pemudi kita dilenakan dengan gaya hidup mewah dan borjuis. Pemuda dan pemudi kita diajarkan berfoya-foya. Pemuda-pemudi kita dihasut agar lupa akan tanggung jawabnya sebagai penerus bangsa.
Akhirnya pemuda dan pemudi kita terkena penyakit K-3 yakni Kebodohan, Kemiskinan, dan Keterbelakangan.
Kebodohan mereka karena mereka menjalani hidup ini untuk foya-foya dan senang-senang.
Kemiskinan mereka karena mereka miskin akan pengalaman yang mengajarkan perjuangan dalam hidup
Keterbelakangan mereka karena mereka tidak pernah berfikir bagaimana seahrusnya menjalani tanggung jawab mereka sebagai penerus bangsa, sebagai penerus cita-cita para pahlawaan, sekaligus sebagai penerus pembangunan selanjutnya.

Hadirin yang saya hormati
Keadaan seperti ini harus dirubah karena jika keadaan generasi muda kita saat ini dibiarkan seperti itu maka pembangunan bisa terhambat. Sebagaimana firman Allah dalam surah Ar-Ra’d ayat 11 :
           
Artinya :Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri".
Pada intinya kita harus menghilangkan penyakit K-3 yang menyerang para pemuda kita ini. Untuk menghilangkan kebodohan kita harus menyuntikkan kesadaran yakni bahwa mereka telah ditipu oleh westernisasi dengan gaya hidup borjuis. Untuk menghilangkan kemiskinan kita harus menyuntikan nasihat-nasihat bijak dalam menjalani hidup ini bahwahidup penuh perjuangan untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan untuk menghilangkan keterbelakangan kita harus memberi arahan memberi bagaimana seharusnya mereka berperan dalam membangun bangsa. Mereka harus giat bekerja, tekun berusaha, menuntut ilmu dan kuasai tekhnologi untuk kemajuan masa depan.
Dan ketiga obat di atas hanya bisa didapat dari tiga tempat yakni lingkungan keluarga, limgkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Ketiga hal ini harus steril dari hal-hal yang dapat membuat mereka tertular penyakit K-3 tersebut.

Hadirin rahimakumullah
Jadi kesimpulan yang didapat adalah bahwa pemuda dan pemudi adalah generasi penerus pembangunan bangsa demi tercapainya rakyat yang sejahtera, adil, dan makmur. Generasi muda inilahyang menjadi penentu tercapainya atau terhambatnya pembangunan tersebut.
Oleh karena itu saya mengajak hadirin wal hadirat yang merasa pemuda dan pemudi mari kita berperan dengan sebaik-baiknya dan marilah kita sukseskan pembangunan bangsa, semoga Allah meridhai usaha kita. Amiin.
Sekian dari saya mohon maaf apabila ada kekurangan dan kesalahan.

وَاللَّهُ الْمَوْفِقْ اِلَي اَقْوَمِ الطَّارِقْ
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

berbuat baik kepada orang tua

BERBUAT BAIK KEPADA KEDUA ORANG TUA

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَا لمَيْنَ وَاْلعَا قِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى اَشْرَفِ اْلَانْبِيَاءِ وَاْلمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ ...

Puji syukur kehadirat Ilaihi Robbi Allah Azza wa Jalla, sholawat beserta salam marilah kita limpahkan kepada Rasulullah Saw, keluarga dan kepada seluruh sahabat.
Hadirin yang saya mulyakan…
Allah berfirman dalam Surat luqman ayat 14:
     •            
Artinya :

“Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu.”

Hadirin rahimakumullah,
Kita semua yang berada di sini pasti di lahirkan melalui rahim seorang ibu yang sembilan bulan sebelumnya dibuahi oleh suaminya, betul tidak ini? Karena manusia yang diciptakan tidak melalui rahim ibu hanya dua yakni nabi Adam AS, dan Siti Hawa yang merupakan nenek moyang seluruh umat manusia hingga hari kiamat nanti.
Tentunya hadirin telah mengetahui bagaimana tersiksanya seorang ibu yang sedang mengandung apalagi yang lagi hamil tua…..dibawa jalan-jalan harus tegak jalannya, dibawa tidur harus “telentang”, dibawa duduk enggak nyaman, pokoknya repot banget hadirin. Bukan ibu saja yang repot malah terkadang si bapak juga ikut kerepotan malah terkadang lebih repot bapaknya soalnya khawatir terjadi apa-apa pada istri tercinta dan juga calon anaknya apalagi kalo istrinya lagi ngidam mintanya suka macam-macam hadirin…..kadang lagi enggak musim duren…eh malah minta duren….mau nyari di mana tuh duren?!
Nah…hadirin, dari ilustrasi di atas dapat kita pahami bersama bahwa begitu besar pengorbanan kedua orang tua kita hanya agar kita dapat terlahir dengan selamat dan sehat. Maka tidak salah jika Allah Swt menyuruh kita untuk berbuat baik kepada keduanya. Sebagaimana dalam surah di atas Allah mengilustrasikan keadaan ibu kita sedang mengandung dalam keadaan yang bertambah-tambah begitupun ketika menyusui kita sewaktu bayi selama dua tahun bahkan lebih.
Hadirin yang saya mulyakan
Sesungguhnya Allah menyatakan bahwa ridho-Nya tergantung dari ridho orang tua dan laknat Allah tergantung dari laknat orang tua. Saya yakin hadirin mau mendapatkan ridho Allah maka senangkanlah hati orang tua kita dengan berbuat baik kapada keduanya dan saya yakin hadirin tidak ingin mendapat laknat Allah maka jangan membuat orang tua kita melaknat kiat.
Hadirin
Demikianlah uraian singkat yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat bagi kita semua dan semoga kita menjadi anak-anak yang berbakti kepada kedua orang tua kita. Amiiin .

باِللهِ التَّوْفِقْ وَ الْحِدَايَةْ
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

PUASA

PUASA
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
ان الحمد لله صلاة و سلاما على سيد نا محمد ابن عبد الله و على اله و صحبه ومن تبعه الى يوم القيمه. أما بعد.
قال الله تعلى فى القران الكريم و هو اصدق القائلين و بقوله يهتد المهتدين ياايها الذين امنوا كتب عليكم الصيام ...... الايه

Hadirin wal hadirat seiman dan seaqidah
Dari penuturan ayat diatas mengatakan bahwa puasa itu wajib hukumnya bagi orang-orang yang beriman. Puasa bisa mencegah lisan untuk tidak melakukan kejahatan dan kemaksiaatan, dan tidak semua yang diperintah berpuasa itu hanyalah orang-orang yang beriman saja.
Bahkan hadirin, ibadah puasa ini disebut Ibadatussiri yaitu ibadah yang rahasia. Jadi hubungannya itu langsung dengan Allah Swt. tidak ada orang yang yang tahu kapankah seseorang itu berpusa atau tidak, yang tahu hanyalah Allah Swt.
Ibadah pusa adalah salah satu ibadah yang diwajibkan oleh Allah, kepada makhluknya yang beriman, sebagaimana firman Robbul Alamin dalam Al-qur’an surat Al-Baqarah ayat 183.
              
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”

Hadirin wal hadirat seiman seaqidah.
Puasa itu dibagi menjadi dua bagian, yang pertama puasa wajib dan yang kedua puasa sunnat. Puasa wajib itu pada bulan Ramadhan, diantara keuntungan dan keistimewaannya bagi manusia yang berpuasa dibulan Ramadhan. Sabda nabi:
من صام رمضان ايمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه ...... الحديث
Artinya:
“Orang yang berpuasa di bulan Ramadhan kata Nabi dengan dasar iman dan Ikhlas semata-mata karena Allah SWT. maka Allah akan mengampuni segala dosanya yang telah lalu .”
Subhanallah.
dan yang kedua puasa sunnat, diantara puasa sunnat itu adalah pada bulan Syawal selama 6 hari. Barang siapa yang puasa pada bulan syawal selama 6 hari akan mendapatkan pahala dari Allah sebanyak pahala 6 Nabi, diantaranya;
1. Nabi Adam as.
2. Nabi Yusuf as.
3. Nabi Yakub as.
4. Nabi Musa As.
5. Nabi Isa As.
6. Nabi Muhammad SAW.
Di akhir perjumpaan ini, marilah kita berdoa semoga amal ibadah kita senantiasa dapat mengundang Rahmat dan Maghfirah Allah Swt. Amin
Diakhir perjumpaan ini, marilah kita berdo’a semoga amal ibadah kita senantiasa dapat mengundang Rahmat dan maghfiroh Allah Swt.


أصيكم والنفس بالتقوالله
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته