Kamis, 24 Juni 2010

empat macam yang akan membawa manusia menjadi bahagia di dunia dan akhirat


اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ ……
اَ ْلحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ قَدَّرَ عَلَيْنَا بِالْجَمَاعَةِ وَالصَّلاَ ةُ وَالسَّلاَمُ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللَّهِ وَعَلَي اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمِنْ تَبِعَهُ اِلَي يَوْمِ الْقِيَامَةِ.أّمَّا بَعْدُ.فَيَااَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِالتَّقْوَي االلَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِا للَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ :لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَئَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ.

Puji takan pernah mati menghiasi hati para insani untuk Allah robul izati puja takan syukur takan pernah luntur terkubur dalam lubuk hati manusia melainkan marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, shalawat dan salam marilah kita limpah curahkan kepada baginda kita yang menjadi uswah bagi umatnya a'ni habibana wanabiyana Muhammad SAW, tidak lupa kepada para keluarganya, para sahabatnya, dan tabin-tabiin yang turut setia pada ajarannya sampai hari kiamat termasuk ummatnya.

Yang saya hormati para alim ulama ju’ama
Yang saya hormati para aparatur pemerintah setempat
Dan tak lupa hadirin seiman seagama rohimakumullah
Alahdulullah pada kesempatan kali ini kita semua bisa bertatap muka, bermuajahah, berkumpul dalam tempat yang mulia ini mudah-mudahan dengan hadirnya kita di sini mendapatkan rohmat dan magfirullah dari Allah SWT,

Kamum muslimin rohimakumullah
Insyaallah pada kesempatan kali ini saya akan membawakan tema emat macam yang akan membawa manusia menjadi bahagia di dunia dan akhirat.
Namun sebelumnya saya ingin bertanya, apakah para hadirin ingin bahagia atau celaka?, pasti jawabannya ingin bahagia, walaupun orang yang suka maksiat, suka minum miras, orang yang suka korupsi apabila ditanya ingin bahagia atau celaka, maka jawabannya ingin bahagia namun karena jalannya yang salah maka kebahagiaan tersebut tidak jadi karena jalanya yang salah.
Dari itu Rasul mengajarkan sebagaimana dalam haditsnya :
اَرْبَعٌ مَنْ أُعْطِيَهُنَّ فَقَدْ أُعْطِيَ خَيْرَ الدُّنْيَا وَاْلاَخِرَةِ, لِسَانٌ ذَاكِرٌ وَ قَلْبٌ شَاكِرٌ وَبَدَنٌ عَلَي الْبَلاَءِ صَابِرٌ وَزَوْجَةٌ لاَتَبْغِيْهِ خَوْنًا فِيْ نَفْسِهَا وَلاَ مَالِهِ. (رواه الطبراني عن ابن عباس).
Bahwa ada empat macam yang apabila empat macam tersebut kita miliki maka kita akan diberikan kebaikan atau kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat :
Pertama : lisanun zdakirun yaitu lisan yang selalu dzikir, selalu ingat kepada Allah swt, di manapun, kapanpun kita berada kita selalu ingat kepada Allah swt, karena dengan dzikir hati akan terasa tenang sebagaimana firman Allah dalam al-qur’an :
اَلاَ بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَؤِنُّ الْقُلُوْبِ
Artinya :”Ingatlah dengan dikir maka hati kita akan tenang.”
Dua, kita akan diberikan kebahagiaan yaitu waqolbun syakirun hati yang selalu bersyukur, artinya kita selalu bersukur apabila Allah memberikan nikmat baik kecil maupun besar, kepada siapa kita bersyukur tentu saja kepada yang memberikan nikmat siapa yaitu Allah swt, yang mana Allah swt memberikan rizqi tidak membeda-bedakan apakah ini orang muslim, orang mu’min, apakah ini orang kafir, musrik, semuanya diberikan nikmat baik yang hidup di daratan maupun yang hidup di lautan, maka khususnya kita sebagai orang yang beriman maka wajiblah bersyukur karena dengan bersyukur sebagaimana janji-Nya, dalam al-qur’an :
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَئَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ.
Artinya :”Apabila kalian bersyukur amaka kami akan melipatgandakan nikmat”.

Hadirin Yang saya muliakan
Yang ke tiga orang yang akan bahagia itu wabadanun alal balai sobirun, ketiaka kita ditimpa musibah atau cobaan kita harus sobar, karena kita hidup di dunia Allah memberikan kepada kita dua cobaan di antaranya : cobaan yang sifatnya manis, bahagia dan lain sebaginya seperti, mendapatkan uang menjadi PNS, menjadi presiden dan lain sebagainnya, nah dalam hal ini kita akan dicoba apakah kita bisa memegang amanah yang diberikan Allah kepada kita, misalkan harta apakah harta tersebut dipakai kepada hal yang baik ataukah kepada hal yang jelek, dan yang kedua cobaan yang bersifat fahit, seperti sakit, kita jadi fakir miskin dan lain sebaginya, nah dalam hal ini kita harus sabar, karena dengan sabar tersebut insyaallah kita akan bahagia, baik di dunia maupun di akhirat.
Dan yang terakhir manusia akan bahagia itu, adalah wajazatun latabghihi khaunan finahsiha wala malihi, artinya bahwa seorang suami diberikan wanita yang solehah yang tidak berbuat nusyuz (berbuat jelek kepada suami) pada suaminya yang sehingga istri tersebut benar-benar menjaga kehormatan dan suaminya juga hartanya.
Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini, mudah-mudahan bermanfaat dan mohon maaf atas segala kekurangannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar