Rabu, 23 Juni 2010

tiga macam menambah pada hapalan

اَ ْلحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ قَدَّرَ عَلَيْنَا بِالْجَمَاعَةِ وَالصَّلاَ ةُ وَالسَّلاَمُ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللَّهِ وَعَلَي اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمِنْ تَبِعَهُ اِلَي يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ.أمَّا بَعْدُ.فَيَااَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِالتَّقْوَي االلَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِا للَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ : يَاَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَي الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ. قَالَ النَّبِيُّ صلعم, رَكْعَتَانِ بِسِوَاكٍ خَيْرٌ مِنْ سَبْعِيْنَ صَلاَةً بِغَيْرِ سِوَاكٍ

Puji takan pernah mati menghiasi hati para insani untuk Allah robul ijati, syukur takan pernah luntur terkubur dalam lubuk hati manusia untuk Allah robul ghofur melainkan marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, yang telah meberikan kepada kita berbagai kenikmatan baik nikmat kecil maupun nikmat besar khususnya nikmat iman dan nimat Islam.
Shalawat dan salam marilah kita limpah curahkan kepada baginda kita yang menjadi uswah bagi umatnya a'ni habibana wanabiyana Muhammad SAW, tidak lupa kepada para keluarganya, para sahabatnya, dan tabin-tabiin yang turut setia pada ajarannya sampai hari kiamat termasuk ummatnya. Amiin yaallah ya robal alamin.

Hadirin seiman segama yang sangat saya banggakan
Alhamdulillah pad akesempatan kali ini kita bisa berkumpul, bertatap muka hadir di tempat yang insyaal allah muliakan, mudah-mudahan dengan hadirnya kita di sini mendapatkan rohmat dan magfiroh dari Allah swt, amiin.

Hadirn yang saya hormati
Sebelumnya saya ingin bertanya kepada para hadirin, apakah ibu bapak ingin pintar?apakah ibu ingin punya ilmu?nah pasti jawabannya ingin. yang ke dua apakah ibu bapak ingin menjadi seorang hafid atau penghapal baik hafal al-qur’an atau hadis? Tentu jawabanya ingin, namun untuk mengarah kesana menjadi seorang hafid kita harus memenuhi hal yang diperintahkan oleh agama. Oleh karena itu Insya allah pada kesempatan kali ini saya akan membawakan tema tiga macam yang akan memawa pada hafalan, sebagaimana dalam sebuah kitab nasoihul ibad dikatakan :
عَنْ عَلِيّ كَرَمَ اللَّهُ وَجْهَهُ أَنَّهُ قَالَ ثَلاَثٌ يَزِذْنَ فِي الْحفْظِ وَيُذْهِبْنَ الْبُلْغَمَ اَلسِوَاكُ وَالصَّوْمُ وَ قِرَأَةُ الْقُرْأَنُ
Artinya :”Dari Ali r.a. sesungguhnya dia berkata, bahwa ada tiga macam yang akan menambah dalam hafalan dan akan menghilangkan kokotor tenggorokan, di antaranya satu bersiwak, dua puasa dan ketiga membaca ayat suci al-qur’an.

Hadirin yang sangat saya banggakan
Jadi kata saidina Ali bahwa ada tiga macam yang akan menambah kepada kita pada hafalan, misalkan ingin menghafal al-qur’an, menghafal do’a-do’a dan lain sebaginya terutama nih... ibu atau bapak kan kita sudah menginjak masa muda atau tua, yang namanya menghafal itu cepat hafalnya tetapi cepat lupa, beda dengan anak kecil memang ketika menghafal itu susah tetapi kalau sudah hafal maka akan susah hilangnya, sebagaimana dalam pepatah menyebutkan “
اَلتَّعَلُمُ فِي الصِغَارِ كَنَكْسِ فِي الْحَجَرِ وَالتَّعَلُّمَ فِي الْكِبَارِ كَنَكْسِ عَلَي الْمَاءِ
Artinya :”Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu dan belajar di waktu besar bagai mengukir di atas air”.

Nah bagaimana ibu bapak ingin tahu resepnya ?
Pertama, siwak atau meggosok gigi baik dengan memakai kayu, kain yang kasar dan lainnya, namun yang paling bagus adalah dengan kayu arak yang biasa dimiliki oleh orang-orang yang sudah pulang dari haji karena akan menguatkan gigi kita,
Hadirin yang dimuliakan Allah swt, disamping siwak ini akan menambah hapalan, siwak juga merupakan hal yang biasa dilakukan oleh Rasulullah SAW dan hukumnya sunnat, maka dalam hadits Nabi dikatakan, apabila siwak tidak
سِتَّةٌ مِنْ سُنَنِ الْمُرْسَلِيْنَ اَلْحَيَاءُ وَالْحِلْمُ وَالْحِجَامَةُ وَالْسِوَاكُ وَالتَّعَطُرُ وَكَثْرَةُ اْلاَزْوَاجُ
Artinya :”Enam macam yang termasuk kebiasaan yang dilakukan oleh para mursalin, pertama malau dalam melakukan kejelekan), dua selalu bersifat aris, ketiga bersiwak, keempat menyedot darah,kelima memakai wangi-wangian dan keenam memperbanyak istri”.

Dan siwak ini bisa dilakukan kapan saja bahkan diharuskan ketika kita mulu kita bau, ketika mau baca al-qur’an, mau tidur, terutama ketika mau melaksankan shalat, baik yang wajib atau yang sunnat, karena dengan siwak ketika kita mau shalat maka padilahnya akan bertambah. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw :
قَالَ صلعم, صَلاَةٌ بِسِوَاكٍ خَيْرٌ مِنْ سَبْعِيْنَ صَلاَةً بِغَيْرِ سِوَاكٍ
Artinya :”Telah berkata Nabi Muhammad SAW, bahwa shalat dengan siwak itu padilahnya lebih baik daripada 70 shalat tanpa bersiwak”
قَالَ النَّبِيُّ صلعم, رَكْعَتَانِ بِسِوَاكٍ خَيْرٌ مِنْ سَبْعِيْنَ صَلاَةً بِغَيْرِ سِوَاكٍ
Artinya :”Dua rakaat dengan siwak padilahnya lebih baik daripada 70 shalat tanpa bersiwak”.
تَسُوْكُوا فَاِنَّ السِوَاكَ مُطْهِرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَبِ
Artinya :”Bersiwaklah kalian ssesungguhnya siwak itu membersihkan mulut dan akan diridoi oleh Allah SWT”.
Dan siwak ini juga fadillahnya akan meambah pada hafalan.

Hadirin yang saya muliakan
Kedua, yang akan menambah hafalan itu adalah puasa, baik yang wajib ataupun sunnat, karena dengan puasa perut kita akan kosong, otomatis kita akan terjaga dari makanan yang haram serta pikiran kita akan terang, maka insyaallah ibu bapak kita akan ditambah dalam hafalan, disamping itu juga puasa ini disyariatkan oleh agama Islam, baik yang wajib maupun yang sunnat, firman Allah dalam al-qur’an :

يَاَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَي الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Artinya :”Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan kepadamu puasa seperti diwajibkannya puasa kepada orang-orang sebelumkalian agar kamu termasuk orang-orang yang taqwa”.

Hadits Rasulullah SAW, Allah SWT berfirman :
قَالَ النَّبِيُّ صلعم, اَلصَّوْمُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
Artinya :”Telah berkata Nabi Muhammad SAW, bahwa puasa itu untukku dan aku yang akan membalasnya”.

Selain itu juga puasa ada yang sunnat hikmahnya untuk menyempurnakan apabila dalam melaksanakan puasa wajib, seperti puasa senin kamis, bulan rajab, bulan sa’ban, bulan haji (tanggal 1-9 bulan dulhijjah) dan lain sebaginya.

Hadirin yang saya banggakan
Dalam keterangan di atas bahwa puasa itu dianjurkan oleh agama terutama melaksanakan puasa wajib yang dilaksanakan pada bulan ramadhan, dan puasa ini akan membawa kepada keberkahan, menjaga diri dari kemaksiatan, mendapat kebahagiaan baik di dunia maupun diakhirat termasuk akan menambah kepada hafalan.
Yang terakhir para hadirin yang kan menambah hafalan itu adalah membiasakan membaca Al-qur’an, maka dengan seringnya membaca al-qur’an fadilahnya kita akan bertambah dalam hafalan, juga fadilah yang lain akan menjadi penerang di alam kubur, akan mendafatkan syafaat dan sebagai penawar hati ketika kita punya penyakit hati seperti hasud, sombong, iri hati, dan lain sebagainya. Bahkan kalu imannya betul-betul imannya mantaf ketika dibacakan al-qur’an, maka hatinya akan bergetar sebagaimana dirman Allah SWT :
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَتُهُ زَادَتْهُمْ إِيْمَانًا وَعَلَي رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ
Artinya :”Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah SWT, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan Hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.”(Q.S. Al-Anfal : 2)

Hadirin yang saya muliakan
Itu saja yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini, Jadi kesimpulannya tiga macam yang akan menambah kepada hafalan, pertama bersiwak, kedua puasa dan ketika membaca al-Qur’an.
Dan yang terakhir mudah-mudahan ceramah ini bermanfaat khususnya bagi saya umumnya untuk yang mendengarkan dan mohon maaf kepada para hadirin atas segala kekurangan dan kesalahannya karena yang namanya manusia sudah sunnat tullah tempatnya kesalahan dan kehilafan.


اَلْاِنْسَانُ مَحَلُ الْخَطَاءِ وَالنِسْيَانِ


أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِالتَّقْوَي اللَّهِ
وَ السَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ ……

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar