Selasa, 22 Juni 2010

peran pemuda dalam pembangunan

PERAN PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ جَعَلَ اْلفَتَى قُوَّةَ شَدِيْدَةٍ وَ الصَّلاَ ةُ وَ السَّلاَ مُ عَلَى رَسُوْ لِ اللهِ وَ عَلَى اَلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ مَنْ وَّلاَ هُ. اَمَّا بَعْدُ.
فقال الله تعالى في القران الكريم العظيم. اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم ان الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم. صدق الله العظيم.

Segala puji marilah kita panjatkn kepada Allah Rabbul Izzati, syukkur kita panjatkan kepada Yang Maha Ghafur, dan puja kita panjatkan pada Dzat Yang Maha Kuasa.
Shalawat beserta salam marilah kita curah limpahkan kepada junjungan alam, revolusioner Islam yakni Habibana Wa Nabiyana Muhammad SAW.

Hadirin wal hadirat, generasi muda harapan bangsa
Kita tahu bahwa negara Indonesia termasuk ke dalam kategori negara berkembang, dimana harus melakukan pembangunan di segala bidang. Pembangunan ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dari segenap lapisan masyarakat. Baik sipil maupun TNI, pejabat ataupun rakyat, ulama dan umaro, agniya dan fuqara, terutama sekali partisipasi dari kalangan generasi muda baik pemuda maupun pemudi. Sebab mereka adalah tulang punggung negara, peneerus estafet perjuangan para orang tua dan pewaris bumi tercinta Indonesia. Oleh karenanya dalam kesempatan ini saya akan membahas tentang “peran pemuda dalam pembangunan.”

Hadirin wal hadirat rahimakumullah
Seperti yang sering kita lihat di televisi atau berita-berita di koran ataupun radio tindak kejahatan, kriminalitas, perjudian, bahkan perjinahan semakin merebak di seluruh daerah. Sering kita dengar telah terjadi tawuran anak sekolah yang tidak lain adalah pemuda. Telah terjadi pemerkosaan yang di lakukan seorang pemuda, telah terjadi pencurian yang kebanyakan pelakunya adalah pemuda dan telah tertangkap seorang pengedar narkoba dan itu juga…….pemuda. nah kalau begini terus mau akan bagaimana jadinya Tasikmalaya bahkan akan bagaimana jadinya Indonesia tercinta ini? Dan kitalah sebenarnya sebagai generasi muda penerus bangsa. Jawabannya seperti disinyalir dalam sabda Rasulullah SAW:
سُبَّانُ اْليَوْمِ رِجَالُ اْلغَدِ
Artinya :“pemuda hari ini adalah pemimpin di masa akan datang”.

Hadirin yang saya hormati,
Para pemuda dan pemudi kita telah tertipu habis-habisan oleh para penjajah. Pemuda-pemudi kita dilenakan dengan gaya hidup mewah dan borjuis. Pemuda dan pemudi kita diajarkan berfoya-foya. Pemuda-pemudi kita dihasut agar lupa akan tanggung jawabnya sebagai penerus bangsa.
Akhirnya pemuda dan pemudi kita terkena penyakit K-3 yakni Kebodohan, Kemiskinan, dan Keterbelakangan.
Kebodohan mereka karena mereka menjalani hidup ini untuk foya-foya dan senang-senang.
Kemiskinan mereka karena mereka miskin akan pengalaman yang mengajarkan perjuangan dalam hidup
Keterbelakangan mereka karena mereka tidak pernah berfikir bagaimana seahrusnya menjalani tanggung jawab mereka sebagai penerus bangsa, sebagai penerus cita-cita para pahlawaan, sekaligus sebagai penerus pembangunan selanjutnya.

Hadirin yang saya hormati
Keadaan seperti ini harus dirubah karena jika keadaan generasi muda kita saat ini dibiarkan seperti itu maka pembangunan bisa terhambat. Sebagaimana firman Allah dalam surah Ar-Ra’d ayat 11 :
           
Artinya :Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri".
Pada intinya kita harus menghilangkan penyakit K-3 yang menyerang para pemuda kita ini. Untuk menghilangkan kebodohan kita harus menyuntikkan kesadaran yakni bahwa mereka telah ditipu oleh westernisasi dengan gaya hidup borjuis. Untuk menghilangkan kemiskinan kita harus menyuntikan nasihat-nasihat bijak dalam menjalani hidup ini bahwahidup penuh perjuangan untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan untuk menghilangkan keterbelakangan kita harus memberi arahan memberi bagaimana seharusnya mereka berperan dalam membangun bangsa. Mereka harus giat bekerja, tekun berusaha, menuntut ilmu dan kuasai tekhnologi untuk kemajuan masa depan.
Dan ketiga obat di atas hanya bisa didapat dari tiga tempat yakni lingkungan keluarga, limgkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Ketiga hal ini harus steril dari hal-hal yang dapat membuat mereka tertular penyakit K-3 tersebut.

Hadirin rahimakumullah
Jadi kesimpulan yang didapat adalah bahwa pemuda dan pemudi adalah generasi penerus pembangunan bangsa demi tercapainya rakyat yang sejahtera, adil, dan makmur. Generasi muda inilahyang menjadi penentu tercapainya atau terhambatnya pembangunan tersebut.
Oleh karena itu saya mengajak hadirin wal hadirat yang merasa pemuda dan pemudi mari kita berperan dengan sebaik-baiknya dan marilah kita sukseskan pembangunan bangsa, semoga Allah meridhai usaha kita. Amiin.
Sekian dari saya mohon maaf apabila ada kekurangan dan kesalahan.

وَاللَّهُ الْمَوْفِقْ اِلَي اَقْوَمِ الطَّارِقْ
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar